UEA Serukan Pengakhiran Konflik: Hamas Diminta Angkat Kaki dari Gaza dan Bebaskan Sandera

Uni Emirat Arab (UEA) kembali menyuarakan sikap tegas terhadap konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas. Dalam pernyataan resminya pada Kamis (16/5), pemerintah UEA mendesak Hamas untuk segera meninggalkan Gaza dan membebaskan seluruh sandera Israel sebagai langkah penting menuju deeskalasi dan perdamaian.

UEA menyampaikan seruan ini melalui jalur diplomatik kepada mitra internasional, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Arab lain yang tergabung dalam koalisi perdamaian kawasan. Pemerintah UEA menegaskan bahwa kekerasan bersenjata dan aksi penyanderaan tidak dapat dibenarkan dalam upaya pembelaan apa pun.

“Stabilitas kawasan hanya bisa tercapai jika Hamas mengakhiri kontrol bersenjata atas Gaza dan menyerahkan otoritasnya kepada lembaga yang sah,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri UEA. Dalam pernyataan itu, UEA juga menyatakan dukungan penuh terhadap solusi dua negara dan pengembalian kendali pemerintahan Gaza kepada Otoritas Palestina.

UEA juga mengingatkan bahwa penderitaan warga sipil Palestina tidak boleh terus berlanjut akibat konflik politik dan militer yang tak kunjung usai. UEA medusa88 mendesak komunitas internasional untuk menekan semua pihak agar segera menghentikan kekerasan dan membuka akses bantuan kemanusiaan secara luas ke wilayah Gaza.

Langkah UEA ini sejalan dengan pendekatan moderat yang mereka tempuh dalam beberapa tahun terakhir, termasuk setelah menandatangani Abraham Accords dengan Israel pada 2020. Dengan posisi diplomatik yang lebih kuat, UEA kini memainkan peran penting dalam mendorong gencatan senjata dan negosiasi damai.

Meskipun belum ada tanggapan resmi dari Hamas, seruan UEA ini menambah tekanan diplomatik terhadap kelompok tersebut, sekaligus membuka peluang baru bagi solusi jangka panjang di Timur Tengah.