Prabowo Subianto dan Dukungan Pemimpin untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

kickstand-project.org – Presiden Joko Widodo telah memerintahkan para menteri kabinetnya untuk memberikan data-data Indonesia kepada Presiden terpilih hasil Pilpres 2024, Prabowo Subianto. Prabowo mengungkapkan hal ini dalam acara Rakornas PAN di Jakarta, di mana ia memberikan pujian kepada Jokowi sebagai pemimpin yang tulus dan ikhlas.

Prabowo juga menyampaikan bahwa Jokowi memberikan arahan kepada dirinya untuk berinteraksi dengan pemimpin dunia dan memperkenalkan diri kepada mereka. Selain itu, Jokowi juga meminta para menteri memberikan data yang diperlukan kepada Prabowo.

Menurut Prabowo, Indonesia membutuhkan investasi yang signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang layak bagi seluruh rakyat. Ia menegaskan bahwa upaya ini memerlukan kerja keras dan pembelajaran yang berkelanjutan.

Prabowo juga menyatakan bahwa selain dukungan dari Jokowi, ia juga merasa didukung oleh Presiden ke-6 RI, SBY, dan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid. Ia yakin bahwa dukungan dari tokoh-tokoh tersebut, termasuk kemungkinan dukungan dari Presiden ke-2 RI, Soeharto, akan memperkuat langkah-langkahnya ke depan.

Tantangan di Balik Program Rumah Murah: Pengembang, Pembeli ‘Hantu’, dan Kredit Macet

kickstand-project.org – Program rumah murah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo saat ini menghadapi berbagai kendala, seperti rumah yang kosong dan terbengkalai. Pengembang properti menyatakan bahwa salah satu penyebabnya adalah adanya pembeli ‘hantu’ atau konsumen fiktif, yang mengakibatkan kerusakan dan kelalaian terhadap rumah-rumah tersebut.

Junaidi Abdillah, Ketua Umum DPP APERSI, menyoroti masalah pembeli ‘hantu’ atau konsumen fiktif yang seringkali menjadi penyebab rumah-rumah murah terbengkalai. Ia menjelaskan bahwa model pembeli yang tidak bertanggung jawab ini telah menjadi masalah selama beberapa tahun terakhir, terutama dalam hal pembeli yang tidak benar-benar berniat untuk mendapatkan rumah.

Upaya pencegahan terhadap masalah pembeli ‘hantu’ atau konsumen fiktif dapat dilakukan dengan sistem yang aman dan selektif dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selain itu, penyebab lain dari rumah murah Jokowi yang rusak dan terbengkalai adalah ketidaksesuaian fasilitas yang ditawarkan dengan yang sebenarnya ada di lingkungan perumahan.

Kemudian, kendala yang sering dihadapi hingga saat ini adalah kredit macet, yang terjadi ketika konsumen tidak mampu melunasi cicilan rumah. Hal ini menyebabkan bank yang memberikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terpaksa melelang rumah tersebut. Proses menemukan pembeli baru untuk rumah lelang juga tidak selalu mudah, kecuali jika lokasinya strategis.

Ketika rumah murah mengalami kredit macet, tanggung jawabnya berada pada pembeli dan perbankan. Pengembang biasanya tidak lagi terlibat dalam proses tersebut, terutama jika masa perawatan dari pengembang sudah berakhir. Apabila rumah berhasil dilunasi atau ditempati oleh pembeli baru, renovasi dan perawatan rumah tersebut menjadi tanggung jawab bank dan konsumen, bukan lagi tanggung jawab pengembang.